<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770</id><updated>2011-07-30T13:45:50.210-07:00</updated><title type='text'>Yusuf Hilmi Adisendjaja</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-3065357743669142205</id><published>2009-12-08T23:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T23:30:26.520-08:00</updated><title type='text'>BIOLOGI SEL (FUNGSI DAN STRUKTUR SEL)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Sx9P2JWpz1I/AAAAAAAAABM/3oyxtDBJ3ek/s1600-h/Plant_cell_structure.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Sx9P2JWpz1I/AAAAAAAAABM/3oyxtDBJ3ek/s320/Plant_cell_structure.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413133068765089618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biologi sel adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori-teori tentang sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)&lt;br /&gt;- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)&lt;br /&gt;- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”&lt;br /&gt;- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma&lt;br /&gt;- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.&lt;br /&gt;- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)&lt;br /&gt;- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup&lt;br /&gt;- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru&lt;br /&gt;b. sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Prokariotik&lt;br /&gt;- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid&lt;br /&gt;- Organel-organelnya tidak dibatasi membran&lt;br /&gt;- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan&lt;br /&gt;- Diameter sel antara 1-10mm&lt;br /&gt;- Mengandung 4 subunit RNA polymerase&lt;br /&gt;- Susunan kromosomnya sirkuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Eukariotik&lt;br /&gt;- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus&lt;br /&gt;- Organel-organelnya dibatasi membran&lt;br /&gt;- Membran selnya tersusun atas fosfolipid&lt;br /&gt;- Diameter selnya antara 10-100mm&lt;br /&gt;- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase&lt;br /&gt;- Susunan kromosomnya linier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam Sel Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid&lt;br /&gt;b. Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian Sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagian hidup(komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan struktur sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll&lt;br /&gt;- Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan isi vakuola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Sx9R6g0ejSI/AAAAAAAAABc/XCXSliSNEes/s1600-h/cell.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Sx9R6g0ejSI/AAAAAAAAABc/XCXSliSNEes/s320/cell.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413135342806928674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mari kita bahas masing-masing bagian satu per satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a Dinding sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.&lt;br /&gt;Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membran Plasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transpor pasif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transpor aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mitokondria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lisosom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Badan Golgi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa fungsi badan golgi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.&lt;br /&gt;2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.&lt;br /&gt;3. Membentuk dinding sel tumbuhan&lt;br /&gt;4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.&lt;br /&gt;5. Tempat untuk memodifikasi protein&lt;br /&gt;6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel&lt;br /&gt;7. Untuk membentuk lisosom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Retikulum Endoplasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis retikulum endoplasma:&lt;br /&gt;RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Nukleus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Plastida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam plastida, yaitu :&lt;br /&gt;- leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)&lt;br /&gt;- kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten&lt;br /&gt;- kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Sentriol (sentrosom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Vakuola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fungsi vakuola adalah :&lt;br /&gt;1. memelihara tekanan osmotik sel&lt;br /&gt;2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll&lt;br /&gt;3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sel Hewan :&lt;br /&gt;* tidak memiliki dinding sel&lt;br /&gt;* tidak memiliki butir plastida&lt;br /&gt;* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku&lt;br /&gt;* jumlah mitokondria relatif banyak&lt;br /&gt;* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil&lt;br /&gt;* sentrosom dan sentriol tampak jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sel Tumbuhan&lt;br /&gt;* memiliki dinding sel&lt;br /&gt;* memiliki butir plastida&lt;br /&gt;* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa&lt;br /&gt;* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida&lt;br /&gt;* vakuola sedikit tapi ukurannya besar&lt;br /&gt;* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-3065357743669142205?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/3065357743669142205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/biologi-sel-fungsi-dan-struktur-sel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3065357743669142205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3065357743669142205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/biologi-sel-fungsi-dan-struktur-sel.html' title='BIOLOGI SEL (FUNGSI DAN STRUKTUR SEL)'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Sx9P2JWpz1I/AAAAAAAAABM/3oyxtDBJ3ek/s72-c/Plant_cell_structure.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-8069877139785690968</id><published>2009-12-08T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T23:19:02.870-08:00</updated><title type='text'>Biologi Sel</title><content type='html'>Biologi sel (juga disebut sitologi, dari bahasa Yunani kytos, "wadah") adalah ilmu yang mempelajari sel. Hal yang dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat fisiologis sel seperti struktur dan organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan antaraksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hingga kematian sel. Hal-hal tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopik maupun skala molekular, dan sel biologi meneliti baik organisme bersel tunggal seperti bakteri maupun sel-sel terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan akan komposisi dan cara kerja sel merupakan hal mendasar bagi semua bidang ilmu biologi. Pengetahuan akan persamaan dan perbedaan di antara berbagai jenis sel merupakan hal penting khususnya bagi bidang biologi sel dan biologi molekular. Persamaan dan perbedaan mendasar tersebut menimbulkan tema pemersatu, yang memungkinkan prinsip-prinsip yang dipelajari dari suatu sel diekstrapolasikan dan digeneralisasikan pada jenis sel lain. Penelitian biologi sel berkaitan erat dengan genetika, biokimia, biologi molekular, dan biologi perkembangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-8069877139785690968?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/8069877139785690968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/biologi-sel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8069877139785690968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8069877139785690968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/biologi-sel.html' title='Biologi Sel'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-720305775591591185</id><published>2009-12-07T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T18:58:47.746-08:00</updated><title type='text'>Jenis - Jenis Bioteknologi</title><content type='html'>Pengertian Bioteknologi&lt;br /&gt;Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri utama bioteknologi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1. Adanya Benda biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 2. Adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image:pendahuluan.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Bioteknologi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1. Era bioteknologi generasi pertama = bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.&lt;br /&gt;          o Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 2. Era bioteknologi generasi kedua. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.&lt;br /&gt;          o Contoh: a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat b. pengolahan air limbah c. pembuatan kompos &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 3. Era bioteknologi generasi ketiga. Proses dalam kondisi steril.&lt;br /&gt;          o Contoh: produksi antibiotik dan hormon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 4. Era bioteknologi generasi baru = bioteknologi baru.&lt;br /&gt;          o Contoh: produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM PRODUKSI PANGAN&lt;br /&gt;Makanan Bahan Susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya adalah memfermentasi susu menghasilkan asam laktat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1.Keju Mikroba: Propiabacterium (bakteri asam laktat) yang juga berperan memberi rasa dan tekstur keju.&lt;br /&gt;    * 2.Yoghurt&lt;br /&gt;          o Mikroba: 1. Lactobacillusbulgaris = pemberi rasa dan aroma&lt;br /&gt;          o               2. Streptococcus thermophilus = menambah keasaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 3.Mentega Mikroba: Leuconostoc cremoris &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image:Bioteknologi_Dalam_Produksi_Pangan.jpg&lt;br /&gt;Makanan Non Susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1.Roti, asinan, dan alkohol (bir, anggur "wine", rum), oleh ragi&lt;br /&gt;    * 2.Kecap, oleh Aspergillus oryzae&lt;br /&gt;    * 3.Nata de Coco, oleh Acetobacter xilinum Prinsipnya adalah pemecahan amilum oleh mikroba menghasilkan gula, yang kemudian difermentasi&lt;br /&gt;    * 4.Cuka, oleh Acetobacter aseti Alkohol difermentasi dalam kondisi aerob &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asam Sitrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mikroba : Aspergillus niger bahan : tetes gula dan sirup Fs. Asam Sitrat : pemberi citarasa, pengemulsi susu, dan antioksidan. Umumnya asam ini banyak terdapat pada jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Vitamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; B1 oleh Assbya gossipii - B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Enzim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * a. Amilase = digunakan dalam produksi sirup, kanji, glukosa. Glukosa isomerase : mengubah amilum menjadi fruktosa. Fruktosa digunakan sebagai pemanis makanan menggantikan sukrosa.&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;                + mikroba = Aspergillus niger Aspergillus oryzae Bacillus subtilis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * b. Protease = Digunakan antara lain dalam produksi roti, bir - protease proteolitik berfungsi sebagai pelunak daging dan campuran deterjen untuk menghilangkan noda protein&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;                + mikroba = Aspergillus oryzae Bacillus subtilis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * c. Lipase = Antara lain dalam produksi susu dan keju Þ untak meningkatkan cita rasa.&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;                + mikroba = Aspergillus niger Rhizopus spp &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * d. Asam Amino&lt;br /&gt;          o asam glutamat = bahan utama MSG (Monosodium Glutamat)&lt;br /&gt;          o Lisin = asam amino esensial, dibutuhkan dalam jumlah besar oleh ternak. Keduanya oleh Corynobacterium glutamicum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROTEIN SEL TUNGGAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein Sel Tunggal (Single Cell Protein = SCP), adalah makanan berkadar protein tinggi, berasal dari mikroorganisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mikoprotein dari Fusarium Substrat: tepung gandum dan ketan&lt;br /&gt;   2. Spirulina dan Chlorella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan SCP:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. 1.Kadar protein lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan&lt;br /&gt;   2. 2.Pertumbuhan cepat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image:Protein_Sel_Tunggal.jpg&lt;br /&gt;REKAYASA GENETIKA / ADN REKOMBIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Vektor, berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus.                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar:rekayasa.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bakteri, berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Enzim, terdiri dari enzim Restriksi (pemotong plasmid/ADN) dan enzim Ligase (penyambung ptongan-potongan ADN)&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM KEDOKTERAN DAN PRODUKSI OBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Antibodi Monoklonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel b sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda; penghasil sel b Limpa dan sel mieloma) yang dikultur. Bertindak sebagai antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa. Fungsi antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terapi Gen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Antibiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium notatum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penicillium chrysogenum = memperbaiki penisilin yang sudah ada. Dilakukan dengan mutasi secara iradiasi ultra violet dan sinar X.&lt;br /&gt;    * Cephalospurium = penisilin N.&lt;br /&gt;    * Cephalosporium = sefalospurin C.&lt;br /&gt;    * Streptomyces = streptomisin, untuk pengobatan TBC &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Interferon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia. Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria. Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENCEMARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pencemaran oleh minyak. Strain-strain Pseudomorms = mengkonsumsi hidrokarbon. Rekayasa genetik membentuk bakteri super yangmeogandung empat jenis plasmid pembawa gen untuk konsumsi hidrokarbon.&lt;br /&gt;   2. Limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar:Bioteknologi_Pencemaran.jpg&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBERANTASAN HAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membatasi pemakaian pestisida, dilakukan upaya pemberantasan hama secara biologi antara lain penggunaan musuh alami dan menciptakan tanaman resisten hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bacillus thuringiensis = menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap larva serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman menghasilkan tanaman yang bersifat resisten hama serangga.&lt;br /&gt;   2. Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat disemprotkan ..ke tanaman. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Baculovirus sp. Virus disemprotkan ke tanaman. Bila termakan, serangga akan mati dengan sebelumnya, menyebarkan virus melalui perkawinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOTEKNOLOGI DALAM PERBANYAKAN TANAMAN / KULTUR JARINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Totipotensial tanaman, dapat diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru. Penemu F.C. Steward menggunakan jaringan floem akar wortel. Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan oleh Steward terhadap tanaman wortel (Daucus carota)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat / Keuntungan Kultur Jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat&lt;br /&gt;   2. Sifat identik dengan induk&lt;br /&gt;   3. Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki&lt;br /&gt;   4. Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-720305775591591185?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/720305775591591185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/jenis-jenis-bioteknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/720305775591591185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/720305775591591185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/jenis-jenis-bioteknologi.html' title='Jenis - Jenis Bioteknologi'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-2482370176346910173</id><published>2009-12-07T18:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T18:54:14.276-08:00</updated><title type='text'>Kultur Jaringan</title><content type='html'>Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga  tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:&lt;br /&gt;1)    Pembuatan media&lt;br /&gt;2)    Inisiasi&lt;br /&gt;3)    Sterilisasi&lt;br /&gt;4)    Multiplikasi&lt;br /&gt;5)    Pengakaran&lt;br /&gt;6)    Aklimatisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.  Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.  Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.  Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.  Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.  Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.  Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.  Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.  Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Selain itu, dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat c&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNTUNGAN PEMANFAATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULTUR JARINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Pengadaan bibit tidak tergantung musim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu mata tunas yang sudah respon dalam 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun dapat dihasilkan minimal 10.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;planlet/bibit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Bibit yang dihasilkan seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (meng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gunakan organ tertentu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨ Dalam proses pembibitan bebas dari gang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;guan hama, penyakit, dan deraan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULTUR jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk&lt;br /&gt;membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh&lt;br /&gt;menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas).&lt;br /&gt;Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu, dan&lt;br /&gt;tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama&lt;br /&gt;atau seragam dengan induknya. Contoh tanaman yang sudah lazim&lt;br /&gt;diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kola Lemahkan Tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOSTON – Konsumsi senyawa kola yang berlebihan pada tubuh, menurut penelitian baru-baru ini, membuat tulang manusia, terutama wanita menjadi makin lemah.&lt;br /&gt;Hasil tersebut ditemukan oleh Dr. Katherine L. Tucker dari Universitas Boston, yang melakukan studi korelasi kelemahan tulang pada 2500 peminum kola, yang dilangsir kantor berita AP awal minggu ini.&lt;br /&gt;Pada penelitiannya tersebut, Dr. Katherine menemukan bahwa peminum kola, memiliki tingkat kekuatan tulang lebih rendah daripada orang yang tidak meminum kola. “Tingkat kekuatan tulang dikenal dengan istilah BMD atau Bone Mineral Density, yang mempengaruhi berbagai masalah kerapuhan tulan,” paparnya.&lt;br /&gt;“Karena kola merupakan salah satu minuman terpopuler yang ada saat ini. Hasil penelitian ini seharusnya diumumkan secara luas, karena berpengaruh pada taraf kesehatan kita,” urainya, pada artikel yang telah dimuat di bulan Oktober ini di Jurnal Klinik Nutrisi Amerika.&lt;br /&gt;Penelitian ini juga menunjukan kebanyakan peminum kola perempuan memiliki tingkat kerapuhan tulan lebih besar. Dalam catatannya, menurut Dr. Katherine hal ini dimungkinkan karena banyak wanita lebih banyak meminum susu, namun banyak meminum soda pada kola.&lt;br /&gt;Fenomena ini dijelaskan oleh Dr. Katherine dikarenakan kola mengandung zat bernama phosporic acid. Zat tersebut menyerap fungsi kalsium yang telah masuk dalam tubuh sehingga mineral yang ada dalam kalsium, yang seharusnya dapat membantu proses penguatan tulang menjadi hilang.&lt;br /&gt;“Sayangnya baru sekarang ada bukti kuat, yang menyatakan zat berkarbonasi seperti kola, ternyata sangat berpengaruh pada tulang,” tambah Katherine. Sementara itu, pada kaum lelaki, lebih sedikit efek perapuhan tulang yang dikarenakan konsumsi kola. (slg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bioteknologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, jamur, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-2482370176346910173?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/2482370176346910173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/kultur-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2482370176346910173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2482370176346910173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/kultur-jaringan.html' title='Kultur Jaringan'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-5877972217099023571</id><published>2009-12-07T18:48:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T18:50:58.707-08:00</updated><title type='text'>Bioteknologi</title><content type='html'>Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-5877972217099023571?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/5877972217099023571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/bioteknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5877972217099023571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5877972217099023571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/12/bioteknologi.html' title='Bioteknologi'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-7337198252288760571</id><published>2009-07-10T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T08:59:21.871-07:00</updated><title type='text'>GENETIKA</title><content type='html'>Genetika (dari bahasa Yunani γέννω atau genno yang berarti "melahirkan") merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu tentang gen. Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi (lihat entri biologi). Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik),&lt;br /&gt;    * bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan&lt;br /&gt;    * bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya kajian genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga, misalnya, sudah dikaji orang sebelum itu. Kala itu, kajian semacam ini disebut "ilmu pewarisan" atau hereditas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-7337198252288760571?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/7337198252288760571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/genetika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/7337198252288760571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/7337198252288760571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/genetika.html' title='GENETIKA'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-2699021946822519030</id><published>2009-07-08T07:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T07:29:28.171-07:00</updated><title type='text'>Keanekaragaman Hayati Indonesia Belum Termanfaatkan</title><content type='html'>Julukan sebagai negara "bio-diversity" bagi Indonesia, yang diberi karunia Tuhan dengan berlimpah kekayaan sumberdaya alam (SDA), tanahnya subur, agaknya tidak serta-merta membuat negeri ini aman dari ketercukupan pangan bagi penduduknya. Kegundahan dilontarkan oleh Dr Ir Aca Sugandhy, M.Sc, ilmuwan yang pernah menjabat Asisten Menteri I LH/Deputi I Bapedal, atas kekayaan keanekaragaman hayati yang ada itu, yang dinilainya belum mampu termanfaatkan bagi kesejahteraan bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih terbatas pada penemuan spesies baru saja, padahal kekayaan sumberdaya hayati itu mestinta bisa mensejahterakan rakyat," katanya pada diskusi panel bertajuk "Sumberdaya Hayati dan Pertanian: Mengapa Potensi Hayati Belum Termanfaatkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang digelar bersama Pusat Penelitian Biologi (P2B) LIPI, Plant Resources of South East Asia Association (Prosea) dan Naturae Indinesiana (Naturindo) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/5) itu bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyayangkan tidak begitu dipedulikannya arti penting Hari Keanekaragaman Hayati Internasional itu di Indonesia, yang terkesan sepi, padahal hajat hidup ratusan juta penduduk negeri ini amat tergantung pada sumberdaya hayati yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat keanekaragaman hayati di Indonesia, kata dia, di samping untuk pelestarian fungsi dan tata air, tata udara, tataguna tanah, juga sangat strategis bagi pengembangan pertanian, yakni untuk pangan, sandang, papan, obat-obatan dan energi bio-massa secara berkelanjutan, selain sebagai potensi ekowisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kesadaran akan fungsi dan nilai strategis keanekaragaman hayati --daratan dan lautan--berupa genetik, spesies, dan ekosistemnya di Indonesia sebagai negara biodiversity, nyaris hampir tak terdengar dalam upaya pembangunan pertanian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, keberlanjutan SDA yang dapat terbarukan akan tercapai melalui perlindungan, penelitian dan pengembangan serta pemanfaatan secara berkelanjutan, khususnya dalam pembangunan pertanian dalam kaitan siklus makanan (food cange dan food webs), akan menjadi kunci bagi keberhasilan untuk mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah Nontji, Ahli Peneliti Utama di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melihat bahwa selama ini, yang banyak dilihat dari sumberdaya hayati masih lebih berorientasi pada daratan, padahal luas kawasan laut dan pesisir di Indonesia lebih besar dari daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Potensi sumberdaya hayati lautan dan pesisir baru akhir-akhir ini saja dibicarakan, padahal dengan luasannya potensi pemanfaatannya juga sangat besar," kata mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Limnologi LIPI di Bogor, yang pernah mengikuti ekspedisi ke Antartika tahun 1970-1971 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nontji merujuk pada laut Nusantara yang mempunyai luas sekira 3,1 juta km2, terdiri atas laut teritorial 0,3 juta km2 dan laut pedalaman 2,8 juta km2, di samping perairan ZEEI (Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia) seluas 2,7 juta km2. Selain itu, jumlah pulaunya yang lebih 17.000 mempunyai total panjang garis pantai lebih 80.000 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data itu, katanya, telah memberikan informasi betapa luasnya dimensi ruang Laut Nusantara sebagai tempat hunian bagi banyak biota laut, di samping itu sekira 60 persen penduduk Indonesia bermukin di kawasan pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut Nusantara juga dikenal mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi (marine megadiversity). Rumput laut (makro alga), terdapat lebih 700 jenis, karang batu lebih 450 jenis, moluska lebih 2.500 jenis, ekonodermata sekira 1.400 jenis, krustasea lebih 1.500 jenis dan ikan lebih 2.000 jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kekayaan keanekaragaman di perairan itu memberikan potensi yang tinggi pula untuk pemanfaatannya, baik secara langsung ataupun tak langsung," katanya dan menambahkan, manfaat itu diantaranya sebagai sumber plasma nutfah, sumber pangan, bahan baku industri farmasi dan komsteik, penyedia jasa-jasa lingkungan laut, serta pendukung untuk pengembangan kawasan industri dan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkonsistensi kebijakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan sumberdaya hayati itu, dalam amatan Aca Sughandy, terjadi inkonsistensi kebijakan dan pelaksanaan konvensi keanekaragaman hayati di tingkat nasional, sebagai perangkat pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu tampak pada belum dikembangkanya potesi keanekaragaman hayati indonesia --seperti masalah genes, spesies dan ekosistem-- untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, papan, obat-obatan, energi dan ekowisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu terlihat pada kebijakan nasional yang tidak bertumpu kepada kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup yang bersumber dari keanekaragaman hayati setempat, dan pelaksanaan pembangunan masih dilaksanakan secara sektoral, parsial dan sentralistis untuk memecahkan masalah krisis pangan maupun energi secara sesaat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, Indonesia pun menghadapi fenomena yang sedang dihadapi seperti krisis pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan obat-obatan dan energi, di samping kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak, selain bencana ekologi dan dampak perubahan iklim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi sumberdaya hayati kelautan, Anugerah Nontji merinci sejumlah faktor utama yang mengancam kelestariannya, seperti pemanfaatan berlebih (over exploitaion) akan sumberdaya hayati, penggunaan teknik dan alat tangkap perikanan yang merusak lingkungan (pengunaan bom, racun, pukat dasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya, pencurian dan penangakapan ikan secara liar, baik oleh nelayan dalam negeri maupun asing, perubahan dan degradasi fisik habitat, misalnya pembangunan fisik di kawasan pantai, pencemaran, introduksi jenis asing (alien species), serta perubahan global dan variabilitas illim seperti El Nino, yang mengakibatkan pemutihan pada karang dan penaikan permukaan laut, serta bencana alam seperti letusan gunung api, gempa bumi dan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, agaknya bagaimana keanekaragaman hayati yang beragam itu bisa membumi dan dapat diwujudkan sebagai sarana untuk kesejahteraan bagi rakyat, terpulang kepada seluruh pemangku-kepentingan di Indonesia sendiri, di saat sedang merayakan satu abad kebangkitan nasional.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Andy Jauhari&lt;br /&gt;Sumber : Antara ( 25 Mei 2008 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-2699021946822519030?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/2699021946822519030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/keanekaragaman-hayati-indonesia-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2699021946822519030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2699021946822519030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/keanekaragaman-hayati-indonesia-belum.html' title='Keanekaragaman Hayati Indonesia Belum Termanfaatkan'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-8992360647654277746</id><published>2009-07-01T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T21:26:16.298-07:00</updated><title type='text'>KEANEKARAGAMAN HAYATI</title><content type='html'>Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis keanekaragaman hayati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Keanekaragaman genetik (genetic diversity); Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi.&lt;br /&gt;    * Keanekaragaman spesies (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari.&lt;br /&gt;    * Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-8992360647654277746?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/8992360647654277746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/keanekaragaman-hayati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8992360647654277746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8992360647654277746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/keanekaragaman-hayati.html' title='KEANEKARAGAMAN HAYATI'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-2842629471087487838</id><published>2009-07-01T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T21:05:49.574-07:00</updated><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Skwxhp-YpxI/AAAAAAAAABE/NH0qDpLrybs/s1600-h/1-6b.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Skwxhp-YpxI/AAAAAAAAABE/NH0qDpLrybs/s320/1-6b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353708511309637394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR BIOTIK.&lt;br /&gt;Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.&lt;br /&gt;Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara lebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. Perhatikan Gambar.&lt;br /&gt;A. Individu&lt;br /&gt;Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi. Perhatikan Gambar 6.4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adaptasi morfologi&lt;br /&gt;Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Gigi-gigi khusus&lt;br /&gt;Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. Lihat Gambar 6.5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Moncong&lt;br /&gt;Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga. Lihat Gambar 6.6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Paruh&lt;br /&gt;Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. Perhatikan Gambar 6.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Daun&lt;br /&gt;Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Akar&lt;br /&gt;Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas. (LihatGambar 6.9).&lt;br /&gt;2. Adaptasi fsiologi&lt;br /&gt;Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kelenjar bau&lt;br /&gt;Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kantong tinta&lt;br /&gt;Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita. (LihatGambar 6.1 0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mimikri pada kadal&lt;br /&gt;Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. Lihat Gambar 6.11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adaptasi tingkah laku&lt;br /&gt;Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pura-pura tidur atau mati&lt;br /&gt;Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Migrasi&lt;br /&gt;Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut. Perhatikan Gambar 6.12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Populasi&lt;br /&gt;Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :&lt;br /&gt;700 - 500 = 200batang&lt;br /&gt;1990-1980 10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 20 batang/tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Komunitas&lt;br /&gt;Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.&lt;br /&gt;D. Ekosistem&lt;br /&gt;Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Abiotik&lt;br /&gt;Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Suhu&lt;br /&gt;Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sinar matahari&lt;br /&gt;Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Air&lt;br /&gt;Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanah&lt;br /&gt;Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Ketinggian&lt;br /&gt;Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Angin&lt;br /&gt;Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Garis lintang&lt;br /&gt;Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-2842629471087487838?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/2842629471087487838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/prinsip-prinsip-ekologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2842629471087487838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2842629471087487838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/07/prinsip-prinsip-ekologi.html' title='PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/Skwxhp-YpxI/AAAAAAAAABE/NH0qDpLrybs/s72-c/1-6b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-2083118652551256470</id><published>2009-06-25T01:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T01:12:04.904-07:00</updated><title type='text'>PEDOMAN SERTIFIKASI GURU 2009</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2009 &lt;/strong&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Agar sertifikasi guru dapat direalisasikan dengan baik perlu pemahaman bersama antara berbagai unsur yang terlibat, baik di pusat maupun di daerah. Oleh karena itu, perlu ada koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan sertifikasi guru agar pesan Undang-Undang tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;Salah satu bagian penting dalam sertifikasi guru adalah rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat  menjadi acuan bagi dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), kepala sekolah, guru, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, dan unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2009. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div align="center"&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;TAHUN 200&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;9&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buku 1&lt;/strong&gt; berisi Pedoman Penetapan Peserta &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Buku 2&lt;/strong&gt; berisi Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buku 3&lt;/strong&gt; berisi Pedoman Penyusunan Portofolio &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Buku 4&lt;/strong&gt; berisi Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru untuk Guru &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buku 5&lt;/strong&gt; berisi Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Suplemen Buku Buku 3 2009 (Ped. PF Pengawas)&lt;/strong&gt; berisi Pedoman Penyusunan Portofolio untuk Pengawas &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk mendapatkan buku pedoman klik link di bawah ini:&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5337762/BUKU_1_2009.pdf.html"&gt;Download Buku Pedoman 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5337921/BUKU_2_2009.pdf.html"&gt;Download Buku Pedoman 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/5337966/BUKU_3_2009.pdf.html"&gt;Download Buku Pedoman 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/5338004/BUKU_4_2009.pdf.html"&gt;Download Buku Pedoman 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5338026/BUKU_5.pdf.html"&gt;Download Buku Pedoman 5&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-2083118652551256470?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/2083118652551256470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/pedoman-sertifikasi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2083118652551256470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2083118652551256470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/pedoman-sertifikasi-guru.html' title='PEDOMAN SERTIFIKASI GURU 2009'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-9023160092627346823</id><published>2009-06-25T01:38:00.001-07:00</published><updated>2009-06-25T01:38:45.168-07:00</updated><title type='text'>Ekologi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Ekologi&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu" title="Ilmu"&gt;ilmu&lt;/a&gt; yang mempelajari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi" title="Interaksi"&gt;interaksi&lt;/a&gt; antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme" title="Organisme"&gt;organisme&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan" title="Lingkungan"&gt;lingkungannya&lt;/a&gt; dan yang lainnya. Berasal dari kata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt; &lt;i&gt;oikos&lt;/i&gt; ("habitat") dan &lt;i&gt;logos&lt;/i&gt; ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abiotik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Abiotik (halaman belum tersedia)"&gt;abiotik&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biotik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Biotik (halaman belum tersedia)"&gt;biotik&lt;/a&gt;. Faktor biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ekologi, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi" title="Biologi"&gt;biologi&lt;/a&gt; dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zoologi" title="Zoologi"&gt;zoologi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Botani" title="Botani"&gt;botani&lt;/a&gt; yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rantai_makanan" title="Rantai makanan"&gt;rantai makanan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt; dan tingkat tropik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ekowilayah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt; dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-9023160092627346823?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/9023160092627346823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/ekologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/9023160092627346823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/9023160092627346823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/ekologi.html' title='Ekologi'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-3898311825106953700</id><published>2009-06-21T03:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T03:28:45.308-07:00</updated><title type='text'>Langkah-langkah yang harus dilakukan bila kita tersesat di alam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Langkah                   yang harus ditempuh bila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;                 saudara atau kelompok anda tersesat :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                                &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -10px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Mengkoordinasi                       anggota&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Melakukan                       pertolongan pertama&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Melihat                       kemampuan anggota&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Mengadakan                       orientasi medan&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Mengadakan                       penjatahan makanan&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Membuat                       rencana dan pembagian tugas&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Berusaha                       menyambung komunikasi dengan dunia kuar&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Membuat                       jejak dan perhatian&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Mendapatkan                       pertolongan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Bahaya-bahaya                   dalam survival&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: 5px; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Banyak                   sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain                   :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                       &lt;b&gt;1.  Ketegangan dan panik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                    &lt;u&gt;Pencegahan :&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                    - Sering berlatih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                    - Berpikir positif dan optimis&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                    - Persiapan fisik dan mental&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;    &lt;b&gt;                    2.  Matahari / panas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Kelelahan panas&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Kejang panas&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Sengatan panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                               &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                              &lt;u&gt;&lt;i&gt;Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Penyakit akut/kronis&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Baru sembuh dari penyakit&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Demam&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Baru memperoleh vaksinasi&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Kurang tidur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Kelelahan&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Terlalu gemuk&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Penyakit kulit yang merata&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Pernah mengalami sengatan udara panas&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Minum alkohol&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 - Dehidrasi&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                     &lt;u&gt;&lt;i&gt;Pencegahan keadaan panas :&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                          - Aklimitasi&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                          - Persedian air&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                          - Mengurangi aktivitas&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                          - Garam dapur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                          - Pakaian :&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                      -  Longgar&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                      -  Lengan panjang&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                      -  Celana pendek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                      -  Kaos oblong&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                       &lt;b&gt;3. Serangan penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Demam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Disentri&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Typus&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                - Malaria&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;  &lt;b&gt;                     4. Kemerosotan mental&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                    &lt;u&gt;Gejala&lt;/u&gt;                           : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                    &lt;u&gt;Penyebab&lt;/u&gt;    : Kejiwaan dan fisik lemah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                        Keadaan lingkungan mencekam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;Pencegahan&lt;/u&gt; : Usahakan tenang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                        Banyak berlatih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                       5. Bahaya binatang beracun dan berbisa&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                 Keracunan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                        &lt;u&gt;Gejala&lt;/u&gt;                            : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                        &lt;u&gt;Penyebab&lt;/u&gt;     : Makanan dan minuman                   beracun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                        &lt;u&gt;Pencegahan&lt;/u&gt;  : Air garam di minum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                             Minum air sabun mandi panas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                             Minum teh pekat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                             Di tohok anak tekaknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                       &lt;b&gt;6. Keletihan amat sangat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                       &lt;u&gt;Pencegahan&lt;/u&gt; : Makan makanan berkalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                                           Membatasi kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;    &lt;b&gt;                    7. Kelaparan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;     &lt;b&gt;                   8. Lecet&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;9. Kedinginan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                                     Untuk penurunan suhu tubuh &lt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Membuat                   Bivak (Shelter)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -5px; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Tujuan                   : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -10px; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis                   Shelter :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: center;" type="a"&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -15px; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Shelter                       asli alam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Gua                       : Bukan tempat persembunyian binatang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                               Tidak ada gas beracun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                               Tidak mudah longsor&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Shelter                       buatan dari alam&lt;/span&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -10px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Shelter                       buatan&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: -15px; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Syarat                   Shelter : &lt;/b&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;                   &lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Hindari                     daerah aliran air&lt;/span&gt;                  &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Di                     atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh&lt;/span&gt;                  &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Bukan                     sarang nyamuk/serangga&lt;/span&gt;                  &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Bahan                     kuat&lt;/span&gt;                  &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Jangan                     terlalu merusak alam sekitar&lt;/span&gt;                  &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Terlindung                     langsung dari angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Mengatasi                   Gangguan Binatang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;p style="margin-top: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;a.  Nyamuk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -17px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Obat                       nyamuk, autan, dll&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Bunga                       kluwih dibakar&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Gombal                       dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya                       bisa mengusir nyamuk&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Gosokkan                       sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;b&gt;b.  Laron&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Mengusir                       laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;b&gt;c.  Lebah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-bottom: -17px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             Apabila disengat lebah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Oleskan                       air bawang merah pada luka berkali-kali&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Tempelkan                       tanah basah/liat di atas luka&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Jangan                       dipijit-pijit&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Tempelkan                       pecahan genting panas di atas luka&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;b&gt;d.  Lintah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: -17px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             Apabila digigit lintah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Teteskan                       air tembakau pada lintahnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Taburkan                       garam di atas lintahnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Teteskan                       sari jeruk mentah pada lintahnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Taburkan                       abu rokok di atas lintahnya&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;   &lt;b&gt;                   e.  Semut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Gosokkan                       obat gosok pada luka gigitan&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Letakkan                       cabe merah pada jalan semut&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Letakkan                       sobekan daun sirih pada jalan semut&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -15px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;b&gt;f.  Kalajengking dan lipan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;                   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Pijatlah                       daerah sekitar luka sampai racun keluar&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Ikatlah                       tubuh di sebelah pangkal yang digigit&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Tempelkan                       asam yang dilumatkan di atas luka&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Bobokkan                       serbuk lada dan minyak goreng pada luka&lt;/span&gt;                                     &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;p style="margin-top: -2px; margin-bottom: -2px;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Taburkan                       garam di sekeliling bivak untuk pencegahan&lt;/span&gt;                                   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                      &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;g.  Ular&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Pembahasan                   lebih lanjut dalam materi EMC&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: -5px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;                &lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;blockquote&gt;                &lt;/blockquote&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: -10px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-3898311825106953700?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/3898311825106953700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/langkah-langkah-yang-harus-dilakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3898311825106953700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3898311825106953700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/langkah-langkah-yang-harus-dilakukan.html' title='Langkah-langkah yang harus dilakukan bila kita tersesat di alam'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-2433312899346196100</id><published>2009-06-21T03:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T03:11:48.697-07:00</updated><title type='text'>Agar Tetap Survival di Lapangan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Arti                   survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita                   bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;S&lt;/b&gt; : Sadar dalam keadaan gawat darurat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;U&lt;/b&gt; : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;R&lt;/b&gt; : Rasa takut dan putus asa hilangkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;V&lt;/b&gt; : Vitalitas tingkatkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;I&lt;/b&gt; : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;V&lt;/b&gt; : Variasi alam bisa dimanfaatkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;A&lt;/b&gt; : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;L&lt;/b&gt; : Lancar, slaman, slumun, slamet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Jika                   anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival                   ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang                   perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah &lt;b&gt;"STOP"&lt;/b&gt;                   yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;S&lt;/b&gt; : Stop &amp;amp; seating / berhenti dan duduklah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;T&lt;/b&gt; : Thingking / berpikirlah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;O&lt;/b&gt; : Observe / amati keadaan sekitar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 5px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                        &lt;b&gt;P&lt;/b&gt; : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus                   dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 5px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Mengapa                   Ada Survival&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 5px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Timbulnya                   kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari                   kesulitan yang dihadapi.&lt;br /&gt;                Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;div align="left"&gt;                   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Keadaan                       alam (cuaca dan medan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Keadaan                       mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Keadaan                       diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                &lt;/div&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Banyaknya                   kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat&lt;br /&gt;                kesalahan-kesalahan kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);"&gt;Kebutuhan                   survival&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;Yang                   harus dipunyai oleh seorang survivor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                     &lt;b&gt;1. Sikap mental&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;          -                    Semangat untuk tetap hidup&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;          -                    Kepercayaan diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;          -                    Akal sehat&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Disiplin dan rencana matang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Kemampuan belajar dari pengalaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                     &lt;b&gt;2. Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara membuat bivak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara memperoleh air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara mendapatkan makanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara membuat api&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Pengetahuan orientasi medan&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara mengatasi gangguan binatang&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Cara mencari pertolongan&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                     &lt;b&gt;3. Pengalaman dan latihan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Latihan mengidentifikasikan tanaman&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Latihan membuat trap, dll&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt; &lt;b&gt;                    4. Peralatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Kotak survival&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;                             - Pisau jungle , dll&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:100%;"  &gt;  &lt;b&gt;                   5. Kemauan belajar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-2433312899346196100?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/2433312899346196100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/agar-tetap-survival-di-lapangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2433312899346196100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/2433312899346196100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/agar-tetap-survival-di-lapangan.html' title='Agar Tetap Survival di Lapangan'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-5062198721685417424</id><published>2009-06-17T01:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T02:00:38.939-07:00</updated><title type='text'>Mikrobiologi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Mikrobiologi&lt;/b&gt; adalah sebuah cabang dari ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi" title="Biologi"&gt;biologi&lt;/a&gt; yang mempelajari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme" title="Mikroorganisme"&gt;mikroorganisme&lt;/a&gt;. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi" title="Fungi"&gt;fungi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alga" title="Alga"&gt;alga&lt;/a&gt; mikroskopik, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa" title="Protozoa"&gt;protozoa&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;Archaea&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;Virus&lt;/a&gt; sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya ia tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop" title="Mikroskop"&gt;mikroskop&lt;/a&gt; dan menjadi bidang yang sangat penting dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi" title="Biologi"&gt;biologi&lt;/a&gt; setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Louis_Pasteur" title="Louis Pasteur"&gt;Louis Pasteur&lt;/a&gt; dapat menjelaskan proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi" title="Fermentasi"&gt;fermentasi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anggur_%28minuman%29" title="Anggur (minuman)"&gt;anggur&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;wine&lt;/i&gt;) dan membuat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Serum (halaman belum tersedia)"&gt;serum&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rabies" title="Rabies"&gt;rabies&lt;/a&gt;. Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biokimia" title="Biokimia"&gt;biokimia&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain. Mikrobiologi diperlukan dalam bidang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Farmasi" title="Farmasi"&gt;farmasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran" title="Kedokteran"&gt;kedokteran&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Higiene&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Higiene (halaman belum tersedia)"&gt;higiene&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian"&gt;pertanian&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_gizi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ilmu gizi (halaman belum tersedia)"&gt;ilmu gizi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_kimia" title="Teknik kimia"&gt;teknik kimia&lt;/a&gt;, bahkan hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astrobiologi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Astrobiologi (halaman belum tersedia)"&gt;astrobiologi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arkeologi" title="Arkeologi"&gt;arkeologi&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Istilah yang dipakai pada anti mikroorganisme&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bakteriostatik : Kemampuan menghambat perkembangbiakan bakteri temporer. Jadi pada saat zat ini tidak ada, bakteri dapat berkembangbiak kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bakterisidal : Kemampuan untuk mematikan bakteri secara permanen. Jadi meskipun zat ini telah hilang, bakteri tetap tidak dapat berkembangbiak kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disinfektan : Bahan - bahan kimia yang digunakan untuk mematikan mikroorganisme patogen yang ada pada benda mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Steril : Bebas dari kehidupan mikroorganisme patogen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Septik : Adanya bakteri patogen di dalam jaringan hidup.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Mekanisme kerja dari zat anti mikroorganisme&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perusakan DNA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denaturasi protein&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan pada gugus Sulfhidirl&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antagonisme kimiawi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perusakan pada dinding sel bakteri&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-5062198721685417424?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/5062198721685417424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/mikrobiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5062198721685417424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5062198721685417424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/mikrobiologi.html' title='Mikrobiologi'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-3348799540982514932</id><published>2009-06-11T11:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T11:43:04.803-07:00</updated><title type='text'>Struktur Protein</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFP_DxnquI/AAAAAAAAAA8/JZZYJeL690E/s1600-h/350px-Protein_Structure.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFP_DxnquI/AAAAAAAAAA8/JZZYJeL690E/s320/350px-Protein_Structure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346142177429269218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam amino&lt;/a&gt; penyusun protein yang dihubungkan melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikatan_peptida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ikatan peptida (halaman belum tersedia)"&gt;ikatan peptida&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amida" title="Amida"&gt;amida&lt;/a&gt;). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_hidrogen" title="Ikatan hidrogen"&gt;ikatan hidrogen&lt;/a&gt;. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;alpha helix&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;α-helix&lt;/i&gt;, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;beta-sheet&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;β-sheet&lt;/i&gt;, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;beta-turn&lt;/i&gt;, (&lt;i&gt;β-turn&lt;/i&gt;, "lekukan-beta"); dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;gamma-turn&lt;/i&gt;, (&lt;i&gt;γ-turn&lt;/i&gt;, "lekukan-gamma").&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen" title="Ikatan kovalen"&gt;ikatan kovalen&lt;/a&gt; membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rubisco" title="Rubisco"&gt;Rubisco&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insulin" title="Insulin"&gt;insulin&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen &lt;i&gt;amino acid analyzer&lt;/i&gt;, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Edman&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Edman (halaman belum tersedia)"&gt;Edman&lt;/a&gt;, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrometri_massa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Spektrometri massa (halaman belum tersedia)"&gt;spektrometri massa&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi &lt;i&gt;circular dichroism&lt;/i&gt; (CD) dan &lt;i&gt;Fourier Transform Infra Red&lt;/i&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=FTIR&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="FTIR (halaman belum tersedia)"&gt;FTIR&lt;/a&gt;). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt;. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt;. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt; yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt; pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt; dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-3348799540982514932?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/3348799540982514932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/struktur-protein.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3348799540982514932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3348799540982514932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/struktur-protein.html' title='Struktur Protein'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFP_DxnquI/AAAAAAAAAA8/JZZYJeL690E/s72-c/350px-Protein_Structure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-4656040653699137512</id><published>2009-06-11T11:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T11:44:45.159-07:00</updated><title type='text'>Protein</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Protein&lt;/b&gt; (akar kata &lt;i&gt;protos&lt;/i&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt; yang berarti "yang paling utama") adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;senyawa organik&lt;/a&gt; kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polimer" title="Polimer"&gt;polimer&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monomer" title="Monomer"&gt;monomer&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monomer" title="Monomer"&gt;monomer&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam amino&lt;/a&gt; yang dihubungkan satu sama lain dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikatan_peptida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ikatan peptida (halaman belum tersedia)"&gt;ikatan peptida&lt;/a&gt;. Molekul protein mengandung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;karbon&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen" title="Hidrogen"&gt;hidrogen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen" title="Oksigen"&gt;oksigen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;nitrogen&lt;/a&gt; dan kadang kala &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur" title="Sulfur" class="mw-redirect"&gt;sulfur&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosfor" title="Fosfor"&gt;fosfor&lt;/a&gt;. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel" title="Sel" class="mw-redirect"&gt;sel&lt;/a&gt; makhluk hidup dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;virus&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan protein merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt; atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoskeleton" title="Sitoskeleton"&gt;sitoskeleton&lt;/a&gt;. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antibodi" title="Antibodi"&gt;antibodi&lt;/a&gt;, sistem kendali dalam bentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon" title="Hormon"&gt;hormon&lt;/a&gt;, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gizi" title="Gizi" class="mw-redirect"&gt;gizi&lt;/a&gt;, protein berperan sebagai sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam amino&lt;/a&gt; bagi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme" title="Organisme"&gt;organisme&lt;/a&gt; yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Protein merupakan salah satu dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biomolekul" title="Biomolekul"&gt;biomolekul&lt;/a&gt; raksasa, selain &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polisakarida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Polisakarida (halaman belum tersedia)"&gt;polisakarida&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipid&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polinukleotida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Polinukleotida (halaman belum tersedia)"&gt;polinukleotida&lt;/a&gt;, yang merupakan penyusun utama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hidup" title="Makhluk hidup" class="mw-redirect"&gt;makhluk hidup&lt;/a&gt;. Selain itu, protein merupakan salah satu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt; yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/J%C3%B6ns_Jakob_Berzelius" title="Jöns Jakob Berzelius"&gt;Jöns Jakob Berzelius&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1838" title="1838"&gt;1838&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biosintesis protein alami sama dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresi_genetik" title="Ekspresi genetik"&gt;ekspresi genetik&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_genetik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kode genetik (halaman belum tersedia)"&gt;Kode genetik&lt;/a&gt; yang dibawa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA" class="mw-redirect"&gt;DNA&lt;/a&gt; di&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transkripsi" title="Transkripsi"&gt;transkripsi&lt;/a&gt; menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA" class="mw-redirect"&gt;RNA&lt;/a&gt;, yang berperan sebagai cetakan bagi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Translasi" title="Translasi"&gt;translasi&lt;/a&gt; yang dilakukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ribosom" title="Ribosom"&gt;ribosom&lt;/a&gt;. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Kekurangan Protein&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet. &lt;p&gt;Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keratin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Keratin (halaman belum tersedia)"&gt;Keratin&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang paling buruk ada yang disebut dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kwasiorkor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kwasiorkor (halaman belum tersedia)"&gt;Kwasiorkor&lt;/a&gt;, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aszit&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Aszit (halaman belum tersedia)"&gt;busung lapar&lt;/a&gt;, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Odem&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Odem (halaman belum tersedia)"&gt;odem&lt;/a&gt;.Simptom yang lain dapat dikenali adalah: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lemah_otot&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Lemah otot (halaman belum tersedia)"&gt;hipotonus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gangguan pertumbuhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hati_lemak&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hati lemak (halaman belum tersedia)"&gt;hati lemak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekurangan yang terus menerus menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marasmus" title="Marasmus"&gt;marasmus&lt;/a&gt; dan berkibat kematian&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Sintese protein&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peptid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peptid (halaman belum tersedia)"&gt;peptid&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peptid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peptid (halaman belum tersedia)"&gt;peptid&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;. Tubuh manusia memerlukan 9 &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam amino&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;esensiil&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;tidak esensiil&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA" class="mw-redirect"&gt;DNA&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;. Ini disebut dengan DNA&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transkripsi" title="Transkripsi"&gt;transkripsi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;. Kemudian mRNA hasil transkripsi di proses lebih lanjut di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ribosom" title="Ribosom"&gt;ribosom&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Retikulum_endoplasma" title="Retikulum endoplasma"&gt;retikulum endoplasma&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;, disebut sebagai &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Translasi" title="Translasi"&gt;translasi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-4656040653699137512?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/4656040653699137512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/protein.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4656040653699137512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4656040653699137512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/protein.html' title='Protein'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-430676414810677529</id><published>2009-06-11T11:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T11:30:30.942-07:00</updated><title type='text'>Kofaktor dan koenzim</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kofaktor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa enzim tidak memerlukan komponen tambahan untuk mencapai aktivitas penuhnya. Namun beberapa pula memerlukan molekul non-protein yang disebut kofaktor untuk berikatan dengan enzim dan menjadi aktif.&lt;sup id="cite_ref-37" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-37" title=""&gt;[38]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Kofaktor dapat berupa zat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anorganik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Anorganik (halaman belum tersedia)"&gt;anorganik&lt;/a&gt; (contohnya ion logam) ataupun zat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Organik (halaman belum tersedia)"&gt;organik&lt;/a&gt; (contohnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flavin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Flavin (halaman belum tersedia)"&gt;flavin&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Heme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Heme (halaman belum tersedia)"&gt;heme&lt;/a&gt;). Kofaktor organik dapat berupa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugus_prostetik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gugus prostetik (halaman belum tersedia)"&gt;gugus prostetik&lt;/a&gt; yang mengikat dengan kuat, ataupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koenzim&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Koenzim (halaman belum tersedia)"&gt;koenzim&lt;/a&gt;, yang akan melepaskan diri dari tapak aktif enzim semasa reaksi. Koenzim mencakup &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikotinamida_adenina_dinukleotida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nikotinamida adenina dinukleotida (halaman belum tersedia)"&gt;NADH&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikotinamida_adenina_dinucleotida_fosfat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nikotinamida adenina dinucleotida fosfat (halaman belum tersedia)"&gt;NADPH&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenosina_trifosfat" title="Adenosina trifosfat"&gt;adenosina trifosfat&lt;/a&gt;. Molekul-molekul ini bekerja dengan mentransfer gugus kimiawi antar enzim.&lt;sup id="cite_ref-38" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-38" title=""&gt;[39]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh enzim yang mengandung kofaktor adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbonat_anhidrase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Karbonat anhidrase (halaman belum tersedia)"&gt;karbonat anhidrase&lt;/a&gt;, dengan kofaktor seng terikat sebagai bagian dari tapak aktifnya.&lt;sup id="cite_ref-39" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-39" title=""&gt;[40]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Molekul yang terikat dengan kuat ini biasanya ditemukan pada tapak aktif dan terlibat dalam katalisis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Enzim yang memerlukan kofaktor namun tidak terdapat kofaktor yang terikat dengannya disebut sebagai &lt;i&gt;aproenzim&lt;/i&gt; ataupun &lt;i&gt;apoprotein&lt;/i&gt;. Apoenzim beserta dengan kofaktornya disebut &lt;i&gt;holoenzim&lt;/i&gt; (bentuk aktif). Kebanyakan kofaktor tidak terikat secara kovalen dengan enzim, tetapi terikat dengan kuat. Namun, gugus prostetik organik dapat pula terikat secara kovalen (contohnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiamina_pirofosfat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tiamina pirofosfat (halaman belum tersedia)"&gt;tiamina pirofosfat&lt;/a&gt; pada enzim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piruvat_dehidrogenase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Piruvat dehidrogenase (halaman belum tersedia)"&gt;piruvat dehidrogenase&lt;/a&gt;). Istilah &lt;i&gt;holoenzim&lt;/i&gt; juga dapat digunakan untuk merujuk pada enzim yang mengandung subunit protein berganda, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DNA_polimerase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="DNA polimerase (halaman belum tersedia)"&gt;DNA polimerase&lt;/a&gt;. Pada kasus ini, holoenzim adalah kompleks lengkap yang mengandung seluruh subunit yang diperlukan agar menjadi aktif.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Koe&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;nzim&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Koenzim adalah molekul organik kecil yang mengantarkan gugus kimia dari satu enzim ke enzim lainnya.&lt;sup id="cite_ref-40" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-40" title=""&gt;[41]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Beberapa koenzim seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Riboflavin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Riboflavin (halaman belum tersedia)"&gt;riboflavin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiamina&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tiamina (halaman belum tersedia)"&gt;tiamina&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_folat" title="Asam folat"&gt;asam folat&lt;/a&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin" title="Vitamin"&gt;vitamin&lt;/a&gt;. Gugus kimiawi yang dibawa mencakup ion &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrida" title="Hidrida"&gt;hidrida&lt;/a&gt; (H&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;) yang dibawa oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikotinamida_adenina_dinukleotida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nikotinamida adenina dinukleotida (halaman belum tersedia)"&gt;NAD atau NADP&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;, gugus asetil yang dibawa oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Koenzim_A" title="Koenzim A"&gt;koenzim A&lt;/a&gt;, formil, metenil, ataupun gugus metil yang dibawa oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_folat" title="Asam folat"&gt;asam folat&lt;/a&gt;, dan gugus metil yang dibawa oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=S-adenosilmetionina&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="S-adenosilmetionina (halaman belum tersedia)"&gt;S-adenosilmetionina&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFM2w37ZdI/AAAAAAAAAA0/dhwBHJ0FYYA/s1600-h/150px-NADH-3D-vdW.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFM2w37ZdI/AAAAAAAAAA0/dhwBHJ0FYYA/s320/150px-NADH-3D-vdW.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346138736381617618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Oleh karena koenzim secara kimiawi berubah oleh aksi enzim, adalah dapat dikatakan koenzim merupakan substrat yang khusus, ataupun substrat sekunder. Sebagai contoh, sekitar 700 enzim diketahui menggunakan koenzim NADH.&lt;sup id="cite_ref-41" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-41" title=""&gt;[42]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Regenerasi serta pemeliharaan konsentrasi koenzim terjadi dalam sel. NADPH diregenerasi melalui lintasan pentosa fosfat, dan &lt;i&gt;S&lt;/i&gt;-adenosilmetionina melalui metionina adenosiltransferase.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-430676414810677529?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/430676414810677529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/kofaktor-dan-koenzim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/430676414810677529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/430676414810677529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/kofaktor-dan-koenzim.html' title='Kofaktor dan koenzim'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFM2w37ZdI/AAAAAAAAAA0/dhwBHJ0FYYA/s72-c/150px-NADH-3D-vdW.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-4307936862544583956</id><published>2009-06-11T11:10:00.001-07:00</published><updated>2009-06-11T11:14:14.713-07:00</updated><title type='text'>Enzim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFIvPdRuGI/AAAAAAAAAAs/HsmTMohMrtk/s1600-h/230px-Purine_Nucleoside_Phosphorylase.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 230px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFIvPdRuGI/AAAAAAAAAAs/HsmTMohMrtk/s320/230px-Purine_Nucleoside_Phosphorylase.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346134209105868898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Enzim&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biomolekul" title="Biomolekul"&gt;biomolekul&lt;/a&gt; yang berfungsi sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katalis" title="Katalis"&gt;katalis&lt;/a&gt; (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia" title="Reaksi kimia"&gt;reaksi kimia&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim#cite_note-1" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Hampir semua enzim merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt;. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt; awal reaksi disebut sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Substrat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Substrat (halaman belum tersedia)"&gt;substrat&lt;/a&gt;, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, disebut produk. Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt; zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_pengaktifan" title="Energi pengaktifan" class="mw-redirect"&gt;energi pengaktifan&lt;/a&gt; yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia" title="Senyawa kimia"&gt;senyawa&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia" title="Reaksi kimia"&gt;reaksi kimia&lt;/a&gt;. Hal ini disebabkan perbedaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur_kimia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Struktur kimia (halaman belum tersedia)"&gt;struktur kimia&lt;/a&gt; tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%CE%91-amilase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Α-amilase (halaman belum tersedia)"&gt;α-amilase&lt;/a&gt; hanya dapat digunakan pada proses perombakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati" title="Pati" class="mw-redirect"&gt;pati&lt;/a&gt; menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal-ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam &lt;b&gt;enzimologi&lt;/b&gt;. Dalam dunia pendidikan tinggi, enzimologi tidak dipelajari tersendiri sebagai satu jurusan tersendiri tetapi sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Enzimologi terutama dipelajari dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran" title="Kedokteran"&gt;kedokteran&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_pangan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ilmu pangan (halaman belum tersedia)"&gt;ilmu pangan&lt;/a&gt;, teknologi pengolahan pangan, dan cabang-cabang ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian"&gt;pertanian&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Substrat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Substrat (halaman belum tersedia)"&gt;substrat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" title="Suhu"&gt;suhu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keasaman" title="Keasaman" class="mw-redirect"&gt;keasaman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kofaktor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kofaktor (halaman belum tersedia)"&gt;kofaktor&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inhibitor" title="Inhibitor"&gt;inhibitor&lt;/a&gt;. Tiap enzim memerlukan suhu dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PH" title="PH"&gt;pH&lt;/a&gt; (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt;, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optimal" title="Optimal" class="mw-redirect"&gt;optimal&lt;/a&gt; atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inhibitor_enzim&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Inhibitor enzim (halaman belum tersedia)"&gt;Inhibitor&lt;/a&gt; adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, sedangkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktivator_enzim&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Aktivator enzim (halaman belum tersedia)"&gt;aktivator&lt;/a&gt; adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. Banyak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Obat" title="Obat"&gt;obat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Racun" title="Racun"&gt;racun&lt;/a&gt; adalah inihibitor enzim.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-4307936862544583956?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/4307936862544583956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/enzim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4307936862544583956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4307936862544583956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/enzim.html' title='Enzim'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFIvPdRuGI/AAAAAAAAAAs/HsmTMohMrtk/s72-c/230px-Purine_Nucleoside_Phosphorylase.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-3769452474991798354</id><published>2009-06-11T10:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T10:51:46.094-07:00</updated><title type='text'>Klasifikasi Karbohidrat</title><content type='html'>&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Monosakarida&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Monosakarida&lt;/b&gt; merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom" title="Atom"&gt;atom&lt;/a&gt; C dan tidak dapat diuraikan dengan cara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrolisis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hidrolisis (halaman belum tersedia)"&gt;hidrolisis&lt;/a&gt; menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aldosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Aldosa (halaman belum tersedia)"&gt;aldosa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ketosa (halaman belum tersedia)"&gt;ketosa&lt;/a&gt;. Contoh dari aldosa yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galaktosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Galaktosa (halaman belum tersedia)"&gt;galaktosa&lt;/a&gt;. Contoh ketosa yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fruktosa" title="Fruktosa"&gt;fruktosa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Disakarida dan oligosakarida&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Disakarida&lt;/b&gt; merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air" title="Air"&gt;air&lt;/a&gt;. Contoh dari disakarida adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sukrosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sukrosa (halaman belum tersedia)"&gt;sukrosa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laktosa" title="Laktosa"&gt;laktosa&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maltosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Maltosa (halaman belum tersedia)"&gt;maltosa&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Polisakarida" id="Polisakarida"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Polisakarida&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-3769452474991798354?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/3769452474991798354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/klasifikasi-karbohidrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3769452474991798354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/3769452474991798354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/klasifikasi-karbohidrat.html' title='Klasifikasi Karbohidrat'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-4724545548159491947</id><published>2009-06-11T10:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T10:48:49.031-07:00</updated><title type='text'>Peran Karbohidrat sebagai bahan bakar dan nutrisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFCs65-V6I/AAAAAAAAAAk/5n7p8dnlW-k/s1600-h/180px-Potatoes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFCs65-V6I/AAAAAAAAAAk/5n7p8dnlW-k/s320/180px-Potatoes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346127572159584162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt;, merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nutrien" title="Nutrien"&gt;nutrien&lt;/a&gt; utama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel" title="Sel" class="mw-redirect"&gt;sel&lt;/a&gt;. Misalnya, pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebrata" title="Vertebrata"&gt;vertebrata&lt;/a&gt;, glukosa mengalir dalam aliran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darah" title="Darah"&gt;darah&lt;/a&gt; sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga" title="Tenaga" class="mw-redirect"&gt;tenaga&lt;/a&gt; yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Respirasi_selular&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Respirasi selular (halaman belum tersedia)"&gt;respirasi selular&lt;/a&gt; untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam amino&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_lemak" title="Asam lemak"&gt;asam lemak&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-Campbell_0-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;p&gt;Sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nutrisi" title="Nutrisi"&gt;nutrisi&lt;/a&gt; untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;, 1 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gram" title="Gram"&gt;gram&lt;/a&gt; karbohidrat memiliki nilai energi 4 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalori" title="Kalori"&gt;Kalori&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-Suhardjo_4-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Suhardjo-4" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Dalam menu makanan orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara" title="Asia Tenggara"&gt;Asia Tenggara&lt;/a&gt; termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serealia" title="Serealia"&gt;serealia&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gandum" title="Gandum"&gt;gandum&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beras" title="Beras"&gt;beras&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Umbi-umbian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Umbi-umbian (halaman belum tersedia)"&gt;umbi-umbian&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kentang" title="Kentang"&gt;kentang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong" title="Singkong"&gt;singkong&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar" title="Ubi jalar"&gt;ubi jalar&lt;/a&gt;), dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gula" title="Gula"&gt;gula&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-5" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian, daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%–98%. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat" title="Serat"&gt;Serat&lt;/a&gt; menurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%.&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-6" title=""&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saluran_pencernaan" title="Saluran pencernaan" class="mw-redirect"&gt;saluran pencernaan&lt;/a&gt; dan keluar bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Feses" title="Feses" class="mw-redirect"&gt;feses&lt;/a&gt;. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh makanan yang sangat kaya akan serat selulosa ialah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buah-buahan" title="Buah-buahan" class="mw-redirect"&gt;buah-buahan&lt;/a&gt; segar, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayur-sayuran" title="Sayur-sayuran" class="mw-redirect"&gt;sayur-sayuran&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biji-bijian" title="Biji-bijian" class="mw-redirect"&gt;biji-bijian&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-Campbell69_7-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell69-7" title=""&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="mw-headline"&gt;Peran sebagai cadangan energi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan, yang nantinya akan di&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrolisis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hidrolisis (halaman belum tersedia)"&gt;hidrolisis&lt;/a&gt; untuk menyediakan gula bagi sel ketika diperlukan. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati" title="Pati" class="mw-redirect"&gt;Pati&lt;/a&gt; merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organel" title="Organel"&gt;organel&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plastid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Plastid (halaman belum tersedia)"&gt;plastid&lt;/a&gt;, termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kloroplas" title="Kloroplas"&gt;kloroplas&lt;/a&gt;. Dengan mensintesis pati, tumbuhan dapat menimbun kelebihan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt;. Glukosa merupakan bahan bakar sel yang utama, sehingga pati merupakan energi cadangan.&lt;sup id="cite_ref-Campbell67_8-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell67-8" title=""&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, hewan menyimpan polisakarida yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikogen" title="Glikogen"&gt;glikogen&lt;/a&gt;. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;hati&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot" title="Otot"&gt;otot&lt;/a&gt;. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. Namun demikian, glikogen tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan.&lt;sup id="cite_ref-Campbell67_8-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell67-8" title=""&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="mw-headline"&gt;Peran sebagai materi pembangun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. Misalnya, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selulosa" title="Selulosa"&gt;selulosa&lt;/a&gt; ialah komponen utama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel" title="Dinding sel"&gt;dinding sel&lt;/a&gt; tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak larut di dalam air, dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan.&lt;sup id="cite_ref-9" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-9" title=""&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu" title="Kayu"&gt;Kayu&lt;/a&gt; terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain, misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hemiselulosa" title="Hemiselulosa"&gt;hemiselulosa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pektin" title="Pektin"&gt;pektin&lt;/a&gt;. Sementara itu, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapas" title="Kapas"&gt;kapas&lt;/a&gt; terbuat hampir seluruhnya dari selulosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisakarida struktural penting lainnya ialah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kitin (halaman belum tersedia)"&gt;kitin&lt;/a&gt;, karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arthropoda" title="Arthropoda"&gt;arthropoda&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga" title="Serangga"&gt;serangga&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laba-laba" title="Laba-laba"&gt;laba-laba&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Crustacea" title="Crustacea"&gt;crustacea&lt;/a&gt;, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalsium_karbonat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kalsium karbonat (halaman belum tersedia)"&gt;kalsium karbonat&lt;/a&gt;. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi" title="Fungi"&gt;fungi&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-Campbell69_7-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell69-7" title=""&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, dinding sel &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt; terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peptida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peptida (halaman belum tersedia)"&gt;peptida&lt;/a&gt;, disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peptidoglikan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peptidoglikan (halaman belum tersedia)"&gt;peptidoglikan&lt;/a&gt;. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel" title="Membran sel"&gt;membran sel&lt;/a&gt; yang lunak dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma" title="Sitoplasma"&gt;sitoplasma&lt;/a&gt; di dalam sel.&lt;sup id="cite_ref-10" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-10" title=""&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proteoglikan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Proteoglikan (halaman belum tersedia)"&gt;proteoglikan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikoprotein" title="Glikoprotein"&gt;glikoprotein&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glikolipid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Glikolipid (halaman belum tersedia)"&gt;glikolipid&lt;/a&gt;. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt;, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat, sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_rawan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tulang rawan (halaman belum tersedia)"&gt;tulang rawan&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cairan_sinovial&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Cairan sinovial (halaman belum tersedia)"&gt;cairan sinovial&lt;/a&gt; yang melicinkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sendi" title="Sendi"&gt;sendi&lt;/a&gt; otot. Sementara itu, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipid&lt;/a&gt;) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan.&lt;sup id="cite_ref-11" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-11" title=""&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah" title="Golongan darah"&gt;golongan darah&lt;/a&gt; manusia pada sistem ABO (A, B, AB, dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.&lt;sup id="cite_ref-12" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-12" title=""&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-4724545548159491947?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/4724545548159491947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/peran-karbohidrat-sebagai-bahan-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4724545548159491947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/4724545548159491947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/peran-karbohidrat-sebagai-bahan-bakar.html' title='Peran Karbohidrat sebagai bahan bakar dan nutrisi'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjFCs65-V6I/AAAAAAAAAAk/5n7p8dnlW-k/s72-c/180px-Potatoes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-5952901493826406673</id><published>2009-06-11T10:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T10:40:05.692-07:00</updated><title type='text'>Karbohidrat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjE_OxkPprI/AAAAAAAAAAM/HdYA2sWBAxA/s1600-h/250px-Wheat_starch_granules.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjE_OxkPprI/AAAAAAAAAAM/HdYA2sWBAxA/s320/250px-Wheat_starch_granules.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346123755721565874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Karbohidrat&lt;/b&gt; ('&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hidrat (halaman belum tersedia)"&gt;hidrat&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;karbon&lt;/a&gt;', &lt;b&gt;hidrat arang&lt;/b&gt;) atau &lt;b&gt;sakarida&lt;/b&gt; (dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt; &lt;i&gt;σάκχαρον&lt;/i&gt;, sákcharon, berarti "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gula" title="Gula"&gt;gula&lt;/a&gt;") adalah segolongan besar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;senyawa organik&lt;/a&gt; yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hidup" title="Makhluk hidup" class="mw-redirect"&gt;makhluk hidup&lt;/a&gt;, terutama sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar" title="Bahan bakar"&gt;bahan bakar&lt;/a&gt; (misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt;), cadangan makanan (misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati_%28polisakarida%29" title="Pati (polisakarida)"&gt;pati&lt;/a&gt; pada tumbuhan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikogen" title="Glikogen"&gt;glikogen&lt;/a&gt; pada hewan), dan materi pembangun (misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selulosa" title="Selulosa"&gt;selulosa&lt;/a&gt; pada tumbuhan, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kitin (halaman belum tersedia)"&gt;kitin&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan" title="Hewan"&gt;hewan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur" title="Jamur"&gt;jamur&lt;/a&gt;).&lt;sup id="cite_ref-Campbell_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Campbell-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Pada proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis" title="Fotosintesis"&gt;fotosintesis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tetumbuhan_hijau" title="Tetumbuhan hijau" class="mw-redirect"&gt;tetumbuhan hijau&lt;/a&gt; mengubah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida" title="Karbon dioksida"&gt;karbon dioksida&lt;/a&gt; menjadi karbohidrat. &lt;p&gt;Secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biokimia" title="Biokimia"&gt;biokimia&lt;/a&gt;, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis.&lt;sup id="cite_ref-Lehninger_1-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Lehninger-1" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Karbohidrat mengandung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gugus_fungsi" title="Gugus fungsi" class="mw-redirect"&gt;gugus fungsi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbonil" title="Karbonil"&gt;karbonil&lt;/a&gt; (sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aldehida" title="Aldehida" class="mw-redirect"&gt;aldehida&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keton" title="Keton"&gt;keton&lt;/a&gt;) dan banyak gugus &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroksil" title="Hidroksil"&gt;hidroksil&lt;/a&gt;. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O)&lt;i&gt;&lt;sub&gt;n&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;, yaitu senyawa-senyawa yang &lt;i&gt;n&lt;/i&gt; atom karbonnya tampak terhidrasi oleh &lt;i&gt;n&lt;/i&gt; molekul air.&lt;sup id="cite_ref-Schaum_2-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Schaum-2" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;nitrogen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforus" title="Fosforus" class="mw-redirect"&gt;fosforus&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur" title="Sulfur" class="mw-redirect"&gt;sulfur&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-Lehninger_1-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-Lehninger-1" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt; karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gula" title="Gula"&gt;gula&lt;/a&gt; sederhana yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monosakarida" title="Monosakarida"&gt;monosakarida&lt;/a&gt;, misalnya glukosa, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galaktosa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Galaktosa (halaman belum tersedia)"&gt;galaktosa&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fruktosa" title="Fruktosa"&gt;fruktosa&lt;/a&gt;. Banyak karbohidrat merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polimer" title="Polimer"&gt;polimer&lt;/a&gt; yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polisakarida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Polisakarida (halaman belum tersedia)"&gt;polisakarida&lt;/a&gt;, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oligosakarida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Oligosakarida (halaman belum tersedia)"&gt;oligosakarida&lt;/a&gt; (rangkaian beberapa monosakarida).&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Peran dalam biosfer&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis" title="Fotosintesis"&gt;Fotosintesis&lt;/a&gt; menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di bumi, baik secara langsung atau tidak langsung. Organisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Autotrof&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Autotrof (halaman belum tersedia)"&gt;autotrof&lt;/a&gt; seperti tumbuhan hijau, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alga" title="Alga"&gt;alga&lt;/a&gt; fotosintetik memanfaatkan hasil fotosintesis secara langsung. Sementara itu, hampir semua organisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Heterotrof" title="Heterotrof"&gt;heterotrof&lt;/a&gt;, termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;, benar-benar bergantung pada organisme autotrof untuk mendapatkan makanan.&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat#cite_note-3" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada proses fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya. Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis ialah gula berkarbon tiga yang dinamai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gliseraldehida_3-fosfat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gliseraldehida 3-fosfat (halaman belum tersedia)"&gt;gliseraldehida 3-fosfat&lt;/a&gt;. Senyawa ini merupakan bahan dasar senyawa-senyawa lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof, misalnya glukosa, selulosa, dan pati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-5952901493826406673?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/5952901493826406673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/karbohidrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5952901493826406673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/5952901493826406673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/karbohidrat.html' title='Karbohidrat'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7FT8l3YO7sE/SjE_OxkPprI/AAAAAAAAAAM/HdYA2sWBAxA/s72-c/250px-Wheat_starch_granules.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4553054398657516770.post-8220451884860752490</id><published>2009-06-11T10:24:00.001-07:00</published><updated>2009-06-11T10:26:41.904-07:00</updated><title type='text'>Biokimia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Biokimia&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia" title="Kimia"&gt;kimia&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahluk_hidup" title="Mahluk hidup" class="mw-redirect"&gt;mahluk hidup&lt;/a&gt;. Biokimiawan mempelajari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia" title="Reaksi kimia"&gt;reaksi kimia&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katalisis" title="Katalisis"&gt;terkatalisis&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt; yang berlangsung dalam semua &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme" title="Organisme"&gt;organisme&lt;/a&gt;. Lihat artikel &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekular" title="Biologi molekular"&gt;biologi molekular&lt;/a&gt; untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diagram&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Diagram (halaman belum tersedia)"&gt;diagram&lt;/a&gt; dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika" title="Genetika"&gt;genetika&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_%28biologi%29" title="Sel (biologi)"&gt;komponen selular&lt;/a&gt;, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat" title="Karbohidrat"&gt;karbohidrat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipid&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_nukleat" title="Asam nukleat"&gt;asam nukleat&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biomolekul" title="Biomolekul"&gt;biomolekul&lt;/a&gt; lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt; dan sifat-sifat protein.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, biokimia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metabolisme_sel&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Metabolisme sel (halaman belum tersedia)"&gt;metabolisme sel&lt;/a&gt; telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di antaranya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sandi_genetik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sandi genetik (halaman belum tersedia)"&gt;sandi genetik&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA" class="mw-redirect"&gt;DNA&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_ribonukleat" title="Asam ribonukleat"&gt;RNA&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sintesis_protein&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sintesis protein (halaman belum tersedia)"&gt;sintesis protein&lt;/a&gt;, angkutan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel" title="Membran sel"&gt;membran sel&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transduksi_sinyal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Transduksi sinyal (halaman belum tersedia)"&gt;transduksi sinyal&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Perkembangan Biokimia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebangkitan biokimia diawali dengan penemuan pertama molekul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diastase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Diastase (halaman belum tersedia)"&gt;diastase&lt;/a&gt;, pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1833" title="1833"&gt;1833&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anselme_Payen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Anselme Payen (halaman belum tersedia)"&gt;Anselme Payen&lt;/a&gt;. Tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1828" title="1828"&gt;1828&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Friedrich_Woehler&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Friedrich Woehler (halaman belum tersedia)"&gt;Friedrich Wöhler&lt;/a&gt; menerbitkan sebuah buku tentang sintesis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Urea" title="Urea"&gt;urea&lt;/a&gt;, yang membuktikan bahwa senyawa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organik" title="Kimia organik"&gt;organik&lt;/a&gt; dapat dibuat secara mandiri. Penemuan ini bertolak belakang dengan pemahaman umum pada waktu itu yang meyakini bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat oleh organisme. Istilah &lt;i&gt;biokimia&lt;/i&gt; pertama kali dikemukakan pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1903" title="1903"&gt;1903&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karl_Neuber&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Karl Neuber (halaman belum tersedia)"&gt;Karl Neuber&lt;/a&gt;, seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimiawan" title="Kimiawan" class="mw-redirect"&gt;kimiawan&lt;/a&gt; Jerman. Sejak saat itu, biokimia semakin berkembang, terutama sejak pertengahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" title="Abad ke-20"&gt;abad ke-20&lt;/a&gt;, dengan ditemukannya teknik-teknik baru seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromatografi" title="Kromatografi"&gt;kromatografi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Difraksi_sinar_X&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Difraksi sinar X (halaman belum tersedia)"&gt;difraksi sinar X&lt;/a&gt;, elektroforesis, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resonansi_magnetik_inti&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Resonansi magnetik inti (halaman belum tersedia)"&gt;RMI&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;nuclear magnetic resonance&lt;/i&gt;, NMR), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelabelan_radioisotop&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pelabelan radioisotop (halaman belum tersedia)"&gt;pelabelan radioisotop&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektron" title="Mikroskop elektron"&gt;mikroskop elektron&lt;/a&gt;, dan simulasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinamika_molekular&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Dinamika molekular (halaman belum tersedia)"&gt;dinamika molekular&lt;/a&gt;. Teknik-teknik ini memungkinkan penemuan dan analisis yang lebih mendalam berbagai molekul dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jalur_metabolik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jalur metabolik (halaman belum tersedia)"&gt;jalur metabolik&lt;/a&gt; sel, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikolisis" title="Glikolisis"&gt;glikolisis&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siklus_asam_sitrat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Siklus asam sitrat (halaman belum tersedia)"&gt;siklus Krebs&lt;/a&gt;. Perkembangan ilmu baru seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika" title="Bioinformatika"&gt;bioinformatika&lt;/a&gt; juga banyak membantu dalam peramalan dan pemodelan struktur &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul_raksasa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Molekul raksasa (halaman belum tersedia)"&gt;molekul raksasa&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika" title="Genetika"&gt;genetika&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekular" title="Biologi molekular"&gt;biologi molekular&lt;/a&gt; dan dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian"&gt;pertanian&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran" title="Kedokteran"&gt;kedokteran&lt;/a&gt;. Penerapan biokimia yang pertama kali barangkali adalah dalam pembuatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roti" title="Roti"&gt;roti&lt;/a&gt; menggunakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khamir" title="Khamir"&gt;khamir&lt;/a&gt;, sekitar 5000 tahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4553054398657516770-8220451884860752490?l=yusuf-hilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/feeds/8220451884860752490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/biokimia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8220451884860752490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4553054398657516770/posts/default/8220451884860752490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-hilmi.blogspot.com/2009/06/biokimia.html' title='Biokimia'/><author><name>Yusuf Hilmi Adisendjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03746173219483534779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
